Selasa, 23 Agustus 2011

TIDUR


Jangan suka begadang dan melewatkan istirahat di malam
hari, karena saat itu, tubuh menjalankan fungsinya
membuang racun secara alami. Jika pada jam-jam ini
tubuh masih beraktifitas, proses detoksifikasi tak
akan berjalan sempurna. Kerja hati dan empedu pun akan
semakin berat.

Berikut ini jadwal kerja pembuangan racun dalam tubuh:

- pukul 21.00-23.00, masa pembuangan zat-zat tidak
berguna di bagian sistem antibodi (kelenjar getah
bening). Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui
dengan suasana tenang atau mendengarkan musik.

- Pukul 23.00-01.00, masa untuk proses detoksinasi di
bagian hati. Agar dapat berjalan, Anda harus dalam
keadaan tertidur pulas.

- 01.00-03.00, proses detoksinasi di bagian empedu,
juga harus berlangsung dalam kondisi tidur.

- 03.00-05.00, proses detoksinasi di bagian paru-paru.
Inilah sebabnya, penderita batuk akan mengalami batuk
hebat saat dini hari. Karena proses pembersihan
kotoran telah mencapai saluran pernafasan, maka tak
perlu minum obat batuk saat itu , agar tidak
merintangi proses pembuangan kotoran secara alami.

- 24.00-04.00, sumsum tulang belakang memproduksi
darah.

- 05.00-07.00, pembersihan di bagian usus besar, harus
buang air.

- 07.00-09.00, waktu penyerapan gizi makanan bagi usus
kecil. Karenanya, jangan lewatkan sarapan.

Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang akan
mengacaukan proses pembuangan zat-zat tidak berguna.
Sebab itulah, tidurlah yang nyenyak, jangan begadang,
dan jangan sampai kesiangan.

Dikutip dari tulisan Hertanto Halim

Kamis, 14 April 2011

DEPRESI PADA ANAK-ANAK DAN REMAJA



“ Depresi ringan hingga berat merupakan gangguan kejiwaan yang sering melanda anak-anak dan remaja. Namun, para remaja lebih beresiko dan sering mengalaminya dibandingkan anak-anak. Menurut penelitian, depresi pada anak usia pra sekolah hanya ditemui 1%, pada anak usia sekolah dasar kurang dari 2%, sedangkan anak usia 12-17 ditemukan sekitar 3-10%. ”


Mengetahui gejala depresi.

Dengan mengetahui penyakit depresi, maka masalah tersebut dapat diatasi tahap demi tahap. Peran orang tua, anggota keluarga, teman, dan guru sangat penting dalam hal ini.
Perilaku yang seperti apa dapat dikatakan tidak normal?
· Penurunan prestasi yang drastatis di sekolah
· Penurunan minat pada hibi dan aktifitas seusianya
· Memakai narkoba dan sering minum alkohol
· Mengisolasi diri terhadap keluarga dan teman sebaya
Pergi dari rumah tanpa pamit

Para orang tua perlu selalu melakukan komunikasi dengan anaknya. Dari komunikasi dapat diketahui gejala depresi. Bila ditemukan gejala depersi pada anak, sebaiknya segera bawa anak tersebut kepada ahlinya, misalnya psikolog atau psikiater.


Diagnosis harus dilakukan oleh seorang dokter ahli

Gejala depresi dapat dilihat dari gejala fisik, misalnya, gangguan fungsi kelenjar gondok, dan gangguan psikis, misalnya, gangguan rasa takut. Dokter yang melakukan diagnosis ini dapat mengetahui lebih dalam sehingga dapat membantu menghilangkan gejala depresi.



Arti tanda-tanda awal depresi pada anak dan remaja

Mengetahui gejala awal depresi merupakan hal penting, sehingga depresi akut pada anak-anak dapat dikurangi. Remaja yang mengalami depresi mempunyai sedikit teman. Pada saat yang bersamaan depresi akan mempengaruhi perkembangan kepribadian remaja tersebut. Anak atau remaja yang depresi akan mengalami masalah pada saat dewasa akan tetap mengalami depresi dan masalah sosial serta kesulitan menyesuaikan yang berkaitan dengan pekerjaan.
Depresi pada anak-anak pada tingkat serius dapat mengakibatkan anak tersebut mempunyai keinginan untuk bunuh diri, berita anak bunuh diri pernah kita dengar beberapa waktu lalu. Dengan demikian, deteksi dini depresi pada anak dan remaja dapat menyelamatkan hidup mereka.


Penyebab depresi pada anak

Depresi biasanya dapat timbul selain faktor sosial psikologis juga faktor neurobiologis. Kedua faktor tersebut memegang peranan penting munculnya, penyakit depresi. Faktor sosial psikologis, misalnya, pengalaman saat masih kecil yang mempengaruhi perkembangan kepribadiannya. Sedangkan faktor neurobiologis, misalnya faktor genetis / biologis atau gangguan pada otak atau pada hormon stress. Namun, depresi dapat disebabkan oleh selain faktor-faktor tersebut.


Beberapa penanganan untuk anak dan remaja yang depresi

Anak yang sedang depresi bukanlah anak yang malas. Anak itu butuh pertolongan karena menderita penyakit depresi. Tidak tepat bila orang tua meragukan kemampuan anak itu. Pada tahap selanjutnya sangat dibutuhkan peranan orang tua, dokter keluarga, dan mereka yang telah mengenal anak tersebut sangat dibutuhkan untuk kesembuhannya. Anak tersebut sebaiknya dibawa ke psikiater anak terapi psikologi untuk anak dan remaja.
Penanganannya harus disesuaikan dengan situasi perkembangan dan individu anak itu, misalnya usia, pendidikan, dan yang berkaitan dengan keluarganya. Berikut ini beberapa tindakan yang diperlukan untuk penanganan anak depresi:
· Terapi dilakukan di keluarga anak untuk mengurangi gejala-gejala depresi dan memperbaikinya.
· Penjelasan kepada orang tua tentang depresi pada anak dan remaja.
· Penjelasan dari wali kelas dan guru di sekolah mengenai anak tersebut
· Terapi psikologis berupa terapi perilaku kognitif dan terapi interpersonal. Beberapa terapi untuk anak dan remaja dapat berupa terapi permainan.
Penanganan dengan menggunakan obat haruslah dilakukan psikiater yang ahli dan telah berpengalaman menangani anak dan remaja.

Para orang tua perlu selalu melakukan komunikasi dengan anak agar mengetahui perkembangan kepribadian. Dengan demikian, bila orang tua melihat anaknya mengalami depresi maka anaknya dapat ditangani sejak dini sebelum terlambat.

Dikutip dari Majalah Remaja Jakarta

Senin, 09 Juni 2008

KATA POSITIF DAN KATA NEGATIF


Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan Kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan Kata-Kata yang Positif dan Baik. Setelah mendengarkan info tentang pengaruh Kata-Kata Negatif terhadap Air yang ditulis dalam buku " The Hidden Messages in Water " karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yg melakukan percobaan, sayapun tertarik untuk melakukannya sbb:

1. Tempatkan Nasi sisa yg sdh didiamkan semalaman kedalam 2 toples dgn jumlah yg sama, kemudian ditutup rapat.

2. Masing-masing toples di tempelin label yg berisi kata2 sbb:
3. Toples A : " Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.

4. Toples B : " Kamu Bodoh, Goblok, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku Sebel Tidak mau dekat dekat kamu "

5. Botol 2 ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yg sering dilihat, saya pesan pada istri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol2 tersebut.

6. Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian : Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dgn bau yg tidak sedap. Sedangkan Nasi dalam botol yg di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Nah Silahkan teman-teman mencobanya sendiri. Kalau di buku di katakan ada yg mencoba dgn tiga botol dimana botol ketiga tidak di beri label apa2 alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyat beras dlm botol yg diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yg dipapar kata " Kamu Bodoh". Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rekan-rekan kerja kita, dan orang-orang disekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan disekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yg berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka. Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yg akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yg timbul dalam batin kita. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita

Dikutif dari tulisan Wiera Kusuma





Rabu, 04 Juni 2008

MEMBANTU PERTUMBUHAN ANAK KITA


MEMBANTU PERTUMBUHAN ANAK KITA



“ Pengalaman seorang anak ketika mereka tumbuh sangat mempengaruhi jiwanya dan ikut membentuk mereka menjadi seperti apa ketika dewasa nanti .“

Ketika seorang anak diselimuti dengan kasih saying, rasa aman, dukungan serta dorongan dan suka ria berimajinasi, akan membentuk mereka menjadi anak yang memiliki self esteem ( percaya diri, menghargai diri sendiri ) dan berpikiran positif terhadap diri sendiri.

Kualitas ini akan menjadi asset baginya. Perilaku setiap anak sangat bergantung pada bagaimana dia diperlakukan. Misalnya, satu kenalan yang tinggal dekat rumah, ketika marah terhadap anaknya akan berkata : ” eh..anak tidak punya otak!!”
Anak seperti ini akan tumbuh dengan keyakinan bahwa dia kurang pandai.

Tapi anak-anak yang sering mendengar pujian tentang keberhasilan mereka baik di kelas maupun saat mereka melakukan pertandingan-pertandingan di luar sekolah, bahkan ketika mereka menjawab dengan benar pertanyaan-pertanyaan pendidikan TV misalnya, dengan sendirinya memotivasi mereka untuk selalu tampil pandai.

Membaca cerita atau bercerita bagi anak sebelum mereka tidur, membangkitkan imajinasi dan kreativitas mereka, tapi terpenting adalah bahwa dengan mendengarkan cerita, mereka merasakan perubahan emosi mereka, ini sangat penting. Pergoncangan emosi membangun kepekaan jiwa, nanti ketika dewasa mereka akan mudah mengerti perasaan orang dan tidak masa bodo terhadap kesulitan orang lain, dan juga mampu berska cita atas kebahagiaan orang lain.

Mereka juga akan terlatih untuk menyukai dan tidak menyukai suatu kedaan, ketika mereka mendengar cerita, dan tentunya mereka akan mendengarkan tentang keberadaan orang lain dalam situasi yang berbeda.

Belajar mengerti hubungan orang dengan lingkungan, orang dengan binatang, binatang dengan lingkungan, cara orang berkomunikasi dengan diri sendiri, orang lain, orang yang lebih tua, miskin, kaya, pintar.