20 Maret 1978

Tina Borneo 78

Al Quran, Hadits dan Isa Al Masih

Media Belajar 21.30 |


Roland Emmerich menggarap satu film yang berjudul “2012” di pertengahan tahun 2008. Film yang mengisahkan akhir zaman ini menyedot perhatian publik. Bahkan semua kalangan memberikan pendapat terkait hal itu. Mengapa? Akhir zaman adalah topik yang hangat bagi orang yang menantikan dan juga ada yang takut menantikannya. Tetapi kenyataannya, suatu saat semua orang pasti diperhadapkan dengan hal itu.
Pertanyaannya adalah, bagaimana ide ini muncul? Kami menduga ide ini muncul dari kitab-kitab yang ada yakni Injil, Al-Quran, dan hadits. Sangat menarik untuk mencermati kitab-kitab yang ada itu, bukan? Bagaimana bila kita mulai melakukan penyelidikan itu?


Pernyataan Injil dan Al-Quran
Islam dan Kristen adalah dua agama besar di dunia yang memiliki kitab. Kedua kitab ini menceritakan topik yang sama berkenaan dengan akhir zaman. Inti kesamaan itu terletak pada figur atau sosok yang akan datang di akhir zaman. Tentu kita ingin mengetahui siapakah sosok yang dimaksud, bukan? Sosok tersebut adalah Isa Al-Masih.
Bagaimana Al-Quran dan hadits menampilkan sosok ini? Mari kita melihatnya.

Pandangan Al-Quran dan Hadits
Al-Quran dengan jujur menyatakan, “...di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka”(Qs 4:159). Walaupun ayat itu tidak secara langsung menjelaskan kedatangan Isa Al-Masih di akhir zaman, tetapi jelas bahwa figur atau sosok ini memiliki peranan sentral di akhir zaman. Ini menjadi semakin menarik, karena informasi kedatangan Isa Al-Masih di hari kiamat atau akhir zaman dipertegas dalam hadits. “Demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu...” (HSM 127; HSB 1090).
Ini adalah kesaksian Muhammad. Tentu umat Islam perlu memerhatikan kesaksian ini sebagai dasar pijakan mereka untuk mempercayai kedatangan Isa Al-Masih di akhir zaman.

Pandangan Injil
Bukan saja Al-Quran dan hadits yang memberikan keterangan demikian. Enam abad sebelum Al-Quran muncul, Injil telah menyatakan hal serupa. “Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya” (Injil, Rasul Besar Matius 24:30).
Tidakkah ini menakjubkan? Seorang “Anak Manusia” di langit? Oh...tentu tidak mungkin manusia bisa terbang, bukan? Jika demikian, siapakah “Anak Manusia” yang dimaksud? Dia adalah Isa Al-Masih. Isa Al-Masih akan datang diiringi para malaikat.
Bila kita memikirkan hal ini lebih lanjut, maka kita akan tiba pada satu pertanyaan. Mengapa Isa Al-Masih yang datang di akhir zaman, sedangkan menurut ajaran agama Islam, Dia bukan nabi terakhir. Tidakkah ini menjadi bahan renungan bagi semua orang?

Isa Al-Masih Juruselamat di Akhir Zaman!
Selain itu, bila berbicara tentang akhir zaman, maka kita sedang melangkah memasuki dunia baru yang disebut akhirat. Di sinilah diperlukan satu kepastian agar manusia diselamatkan.
Bila Isa Al-Masih yang datang di akhir zaman, mungkinkah Dia juga yang akan menyelamatkan manusia di akhirat nanti, sebagaimana sabda-Nya, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6)?
Ini menuntut kita untuk berpikir dan mempertimbangkan baik-baik setiap keputusan yang diambil. Sebab keputusan hari ini mempengaruhi hari depan kita. Misalnya, bagaimana hari ini jika kita salah menilai siapa Isa Al-Masih apalagi berkeputusan menolak Dia?

Sumber: http://www.isadanislam.com/isa-al-masih/al-quran-dan-hadits-isa-al-masih-datang-di-hari-kiamat

0 komentar:

Ads 468x60px

Featured Posts